Review Novel Antologi Rasa: Another Story of Risjad Brother

Review novel Antologi Rasa karya Ika Natassa

Sebenernya novel Antologi Rasa ini terbit pertamanya tahun 2011. Hanya saja saya baru melek sekarang. Gak apalah, yang penting saya jadi satu diantara ribuan bahkan jutaan bahkan milyaran orang yang baca novel romantis satu ini. Oke, Lebay mode on! Bagi yang belum baca, saya mau review novel Antologi Rasa ini sedikit.

Antologi Rasa. Sampul putih polos dengan ada satu gambar hati/jantung berwarna merah dan dilengkapi tulisan-tulisan yang menurut saya sih, unik! Saya lihatnya malah kayak buku obat (warna putih secara psikologinya identik dengan rumah sakit).

Dan ini benar! Novel ini membuat pembacanya ikut-ikutan masuk rumah sakit khusus penanganan masalah hati, masalah percintaan #lah hahahah

Karakter dalam novel ini ada Keara, Harris Risjad, Ruly, Panji, Danise, dan tokoh pembantu lainnya yang sukses membuat kisah cinta, yang sebenarnya biasa aja, jadi kisah yang aduhai.

Karakter Keara, yang mungkin, semua wanita di dunia mau jadi dia. Apalagi Harris yang, ah, sukses buat cewek-cewek penggemar novel Ika Natassa klepek-klepek. Galau segalau-galaunya mau nyari cowok perfect ini dimana. Apalagi yang paling gak nahan kalo si Harris udah nyebut Keara dengan “Keara cinta gue”. Duh, thank you so much lah yaaaaah

Novel Antologi Rasa
Cerita novel Antologi Rasa

Kalo ngomongin cerita dalam novel ini, sebenernya yah biasalah masalah hati, persahabatan, cemburu, melupakan, –you name it– (Kan, saya udah jadi kayak Kak Ika nih). Diceritakan Keara, Harris, Ruly, dan Danise itu sahabatan. Dan menjadi konflik saat ada cinta-cintaan. Keara suka Ruly, Ruly suka Danise, dan Harris cinta mampus sama Keara. Lalu Panji siapa? hahah cari tau sendiri deh.

Tapi, aku udah baca Critical Eleven duluan, jadinya aku udah tau kalo nanti Keara sama siapa. Soalnya mereka ada di CE. But, Awesome! (the only word on my mind till now).

Saya salut sama Ika Natassa yang bisa memerankan semua tokohnya dengan epic banget. Dia sukses jadi Keara, jadi Harris, jadi Ruly, bahkan jadi Panji. Cerita yang diangkat pun sederhana tapi disulap jadi sangat elegant.

Fyi, saya setelah baca CE dan AR, sumpah pengen baca semua novel karya Ika. Tapi pengennya baca dari novel pertama dulu. Masih bingung kok Ika Natassa bisa nulis novel sebegini kerennya, yah? Deket banget sama kehidupan nyata. Penggambaran tokohnya pun seperti nyata. Gak terlalu imajinatif banget.

Dan, yang buat saya senang adalah, saya berhasil ngajak temen-temen deket yang awalnya gak suka baca, jadi tertarik bahkan ketagihan baca novel. Mereka bisa nyeleseiin baca novel ini kurang dari seminggu malah. Hehe meski baru baca novel, semoga dengan ini ke depan mereka benar-benar jatuh cinta sama buku dan melahap buku apa saja, aamiin.

Oh iya, gak lupa, ini mestinya jangan dikonsumsi (re: baca) sama anak-anak yang belum cukup umur. Yah 17 tahun keatas lah. Soalnya ini masalah cinta kategori berat. Bagi yang udah baca, you know what I mean… Buat yang belum, aku saranin segera deh. 😀

Penasaran Keara akhirnya sama siapa? Ruly atau Harris? Gimana kisah segitiga ini berakhir? Udah gak usah mikir panjang, segera baca novelnya aja, terus bikin review novel Antologi Rasa juga ya. Happy reading, Guys!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *